Apakah Waktunya Pulang?

Ini sudah masuk senja
Semburat merah jingga sang mega kulihat
Sebentar lagi gelap, dan aku masih berjalan
Bukannya aku takut, aku hanya menanti saatnya pulang

Langit masih menyisakan warna senjanya
Kulihat lagi tapakku… coklat, hijau, kuning
Warna-warni dunia ini telah tertapaki
Aku tahu, akan ada warna yang belum dirasa
Namun ini sudah gelap
Kulanjutkan saja langkahku mencari tanah lapang

Kutengadahkan kepala ke atas mencari cahaya dalam gelap
Dimanakah kau Rembulan?
Dimanakah kau Bintang?
Jangan menghilang layaknya jiwaku (Aku butuh cahayamu)
Apakah ini waktunya pulang? Teriakku pada langit

Setetes air langit menimpa wajah tengadahku
Sementara tetes-tetes yang lain membasahi pijakku
Aku terdiam, tertunduk…
Kucoba tuk berbalik menatap jejak yang tadi kuukir
Tapi tak kulihat lagi
Mungkin hujan malam ini tlah menghapusnya
Tapi kenangan takkan pernah bisa terhapus
Hujan ini malah membiaskannya lagi
Sekelebat…dua kelebat… aku ingat

Aku tahu, langit seolah memberitahuku
Belum saatnya pulang
Akan ada sirat fajar yang menemani esok hari
denganmu atau tanpamu

Kucoba nyalakan lentera (lagi)
– akhir Agustus 2013 –

About mamedium

I'm just an ordinary boy...
Gallery | This entry was posted in CoratCoretku and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s