Tentang Warna (ku)

Image

Dulu aku Biru. Cerah seperti langit, jernih layaknya lautan, kata orang. Terkadang juga Biru bisa dimaknakan sedih, menilik kalimat Inggris “feeling so blue”. Namun dulu aku Biru, seringnya yang pertama.

Lalu aku pernah Merah Jambu, Pink kata orang Inggris. Yah, itu saat cinta datang menyapa. Tak ada warna lain kala itu. Tak ada juga makna ambigu layaknya si Biru. Saat mendengar suaranya, kupingku Merah Jambu. Saat menatap wajahnya, mukaku Merah Jambu. Melihat apapun Merah Jambu. Terlalu hiperbolis memang bagi yang belum pernah Merah Jambu. Tapi aku pernah Merah Jambu.

Image

Kemudian aku Warna-warni. Ini hanya sekali. Saat cintamu sudah merasuk terlalu dalam. Saat tak ada seorang pun yang paham. Hanya kita, karena ini memang tentang kita. Semua inderaku tak lagi Merah Jambu. Aku (dan duniaku) Warna-warni.

Namun kini aku Kelabu. Seperti langit mendung. Suram. Tak lagi beragam (Warna-warni). Pasti kau tau kenapa. Tak perlu lagi kujelaskan apa-apa. Aku Kelabu.

Aku hanya tak ingin jadi Hitam. Itu saja…

*********************************************************************************

Untuk Katalisku, Mutiara yang Putih, terima kasih karena pernah membuatku berwarna-warni. (Jkt, 260413)

About mamedium

I'm just an ordinary boy...
Gallery | This entry was posted in CoratCoretku and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s