Stargazing dengan Google Sky Map (Libra)

Berawal dari ketidak mampuan saya untuk memejamkan mata malam itu (170511). Iseng-iseng saya maenan hape, lalu saya buka aplikasi Google Sky Map biar bisa melihat-lihat bintang meski virtual (tau lah di Jakarta bintang kalah terang dengan gemerlap lampu-lampu). Dengan aplikasi ini, kita bisa melihat bermacam-macam konstelasi bintang ataupun planet-planet di tata surya sesuai dengan yang ada di langit saat itu (hmm…tp real time gak ya??).

Kemudian mataku mencari nama Sirius, tapi bukan Sirius Black di film Harry Potter. Sirius disini adalah nama suatu bintang di konstelasi Canis Major (anjing besar). Saya pernah membaca kalau Sirius ini merupakan bintang yang paling terang di langit selatan, yang terlihat dari bumi di malam hari (kalau siang hari ya jelas matahari yang paling terang). Sirius mempunyai magnitudo tampak sebesar -1,47 dengan jarak sekitar 8,6 tahun cahaya dari bumi. Bandingkan dengan matahari yang mempunyai magnitudo tampak -26,73 dan jaraknya dari bumi kurang lebih 148 juta km (0,000016 tahun cahaya). (wiki)

Lalu mataku mencari lagi, sebuah konstelasi yang sama dengan zodiakku, yaitu Libra. Ternyata konstelasi Libra the Scales ini begitu sederhana (mungkin karena itu saya juga sederhana :D). Terletak di antara konstelasi Scorpio dan Virgo.

Kembali lagi ke Google Sky Map. Dari pengamatan langit (virtual) tersebut, ternyata malam itu Bulan berada dekat dengan konstelasi Libra (jam 12an). Pada bulan-bulan ini, konstelasi Libra juga berada dekat dengan titik Zenith (titik khayal di langit yg tegak lurus di atas bumi terhadap cakrawala; titik puncak – kbbi). Jadi ingat di novel Edensor, dialog antara Ikal dengan Weh (Bab I).

Selanjutnya, saya jadi ingin tahu tentang bintang yang paling terang di konstelasi Libra, yang selama ini saya kira adalah Zuben el-genubi (magnitudo tampak 2,75) karena dia bintang Alpha-Librae. Ternyata saya salah, bintang yang paling terang di Libra yaitu Zuben eschamali (magnitudo tampak 2,61) yang merupakan bintang Beta. Kenapa Zuben el-genubi yang jadi bintang Alpha? Mungkin karena kedekatannya dengan ecliptic (jalur tahunan matahari). Setiap tahun, Matahari dan Zuben el-genubi berkonjungsi (berada dlm satu garis) di sekitar tanggal 7 November. Di bulan Mei ini, bintang ini berlawanan dengan matahari. Zuben el-genubi terbit pada waktu (sekitar) matahari tenggelam, bisa dilihat di langit sepanjang malam, dan tenggelam sewaktu matahari terbit. (dari sini)

Nama bintang-bintang pada konstelasi Libra ini diambil dari bahasa Arab. Zuben el-genubi berarti “the Southern Claw (of the Scorpion)” dan Zuben eschamali berarti “the Northern Claw”. Menurut mitologi Yunani, Virgo merupakan representasi dari Astrea, Dewi Keadilan, yang memegang Timbangan Libra.

Begitulah, hasil dari usaha untuk memejamkan mata, menjelajahi alam raya, melompati bintang-bintang, dari Matahari, Sirius sampai akhirnya ke konstelasi Libra. (lumayan capek juga…😀 )

About mamedium

I'm just an ordinary boy...
Gallery | This entry was posted in Sains & Teknologi and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Stargazing dengan Google Sky Map (Libra)

  1. igen says:

    nice share..
    nama saya genubhy dan kakak saya zubenel🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s