Miris

miris…
aku melihat kondisi yang tak lagi sama
saat kuluangkan waktu sejenak ke rumah
cintaku (tanah moyangku), berubah…

seperti teriris…
kala kulihat tempat kita biasa bercengkrama dengan malam
sudah tak lagi sama, suram (tinggal reruntuhan)
sahabat, saudara, berpencar terpisah
akibat keserakahan kota,
ada pula yang terbutakan harta

karena receh uang logam
tali persaudaraan bisa lepas dari genggam

karena seikat uang kertas
senyum renyah persahabatan bisa hilang terampas

akibat iming-iming sekantong berlian
rukun tetangga hanya jadi tulisan
mereka sudah tak lagi memperhatikan kiri dan kanan

miris…
tanahku kini berubah
serakah

surabaya – 020511

About mamedium

I'm just an ordinary boy...
This entry was posted in Lirik & Puisi and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s